Rabu, 03 Desember 2008

Kekuasaan yang berlebihan telah menciptakan kondisi bangsa yang buruk

Kekuasaan yang berlebihan telah menciptakan kondisi bangsa yang buruk. Seusai dengan hukum yang berlaku didunia ini bahwa semua yang berlebihan akan memberikan dampak yang buruk.

Pemaksaan kondisi yang telah dilakukan oleh Soeharto selama 32 tahun tidaklah dapat membawa hasil yang baik bagi bangsa ini. Kekuasaan Soeharto yang berlebihan, menyebabkan timbulnya penyalah gunaan wewenang di seluruh lapisan birokrasi. Mulai dari birokrasi kelas teri sampai ke jabatan presiden yang disandangnya.

Korupsi yang mencengkram negeri ini, telah menguras habis kekayaan bangsa ini. Kekayaan alam di eksploitasi dan hasilnya hanya dimanfaatkan bagi kesejahteraan segelintir orang saja. Dimana harta tersebut tertumpuk dan tidak habis sampai 7 turunan.

Saat ini kekayaan Alam tersebut boleh dibilang sudah sangat jauh berkurang. Hal ini bisa dirasakan dalam hal BBM. Indonesia yang tadinya merupakan negara pengekspor Minyak, sekarang masuk kedalam negara net Importir BBM, yaitu walaupun Indonesia melakukan penjualan BBM keluar negeri, tetapi jumlah Rupiah Impor lebih tinggi dibandingkan jumlah Ekspor dalam nilai mata uangnya. Apakah ini merupakan permainan para pedagang yang terlibat dalam proses ekspor dan impor BBM itu ? hal ini masih menjadi tanda tanya besar, yang harus dijawab oleh anggota Pansus DPR tentang kenaikan BBM.

Negara ini sebenarnya sudah tergadaikan, kepada pemilik modal yang berasal dari luar negeri. Sebagian besar badan usaha yang ada didalam negeri sudah dimiliki oleh pemodal asing. Bahkan awal tahun 2008 sebelum terjadinya krisis global, berkembang wacana keinginan pemerintah menjual perusahaan-perusahaan negara yang belum dijual seperti Krakatau Steel, garuda dan lain-lain. Walaupun alasannya adalah untuk menutupi kekurangan anggaran, dan efisiensi dijadikan dasar penjualan saham tersebut. Karena menurut menteri yang mengurusi bidang ini, diharapkan dengan dijualnya perusahaan BUMN tersebut akan menjadi lebih sehat, jauh dari pada kolusi dan pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan perusahaan tersebut. Yang menjadi masalah adalah kalau perusahaan BUMN tersebut akhirnya untung, yang akan memperoleh keuntungannya siapa ?, kalau sudah dijual tentu saja yang akan beruntung adalah pemodal asing, yang menjadi pemilik barunya.

Untung Tuhan berkehendak lain, pada saat eksekusi penjualan saham tersebut sedang dalam persiapan, terjadilah krisis global. Ini merupakan pertanda. Kita sebagai bangsa harus mengerti sinyal yang diberikan oleh yang kuasa melalui kejadian-kejadian yang ada. Rakyat harus memahami pertanda apa ini. Yaitu perubahan, yang menjadi pemimpin negeri ini haruslah dari kalangan yang tidak memiliki hubungan dengan kekuasaan orde baru baik secara hubungan kekerabatan maupun hubungan historikal. Nah tinggal pedulikan kita dengan pertanda ini.

Mari kita buktikan pada hasil pemilu 2009 nanti, baik pemilu legislatif maupun pemilihan presiden.

0 komentar: